Senin, 28 Juni 2010

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN USAHA TANI ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA TANI BUDIDAYA KRISAN DI APRISTA YOGYAKARTA

PROGRAM D3 AGRIBISNIS PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil praktikum Manajemen Usaha Tani. Penulisan laporan hasil praktikum Manajemen Usaha Tani ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata Manajemen Usaha Tani.
Dalam pelaksanaan praktikum dan penulisan hasil praktikum, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Tim Dosen Pengampu mata kuliah Manajemen Usaha Tani.
3. Kakak-kakak Co-Ass Manajemen Usaha Tani atas semua pengarahannya.
4. Teman-teman serta semua pihak yang telah membantu, baik dalam pelaksanaan maupun penulisan laporan praktikum Manajemen Usaha Tani.
Penulis menyadari bahwa manusia tak luput dari kesalahan dan kekurangan, demikian pula dalam penulisan laporan ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.




Surakarta, Juni 2010


PenuliS


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI.......................................................................................
DAFTAR TABEL................................................................................
DAFTAR GAMBAR
A. Profil Perusahaan
1. Sejarah Perusahaan
2. Visi Misi Perusahaan
3. Struktur organisasi............................................................
B. TINJAUAN PUSTAKA
1. Krisan................
2. Analisis Usaha Tani
C. Budidaya Krisan.
D. Analisis Pendapatan
E. Penutup
1. Kesimpulan
2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN











DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penggunaan Sarana Produksi pada Usaha Tani Krisan Sekali Masa Tanam
No Uraian Fisik Harga per unit (Rp) Nilai (Rp)
1 Benih 10000 batang Rp.175 Rp.1750000
2 Pupuk
a.organik 300 Kg Rp.500 Rp. 150000
b.urea 15 Kg Rp.2000 Rp.30000
c SP36 15 Kg Rp.4000 Rp.60000
d.Kcl 5 Kg Rp.7500 Rp.37500
3 Pestisida
a.daun 1 liter Rp.20000 Rp. 20000
b.Insectisida 10 kaleng Rp.12500 Rp. 125000
c.fungisida 10 kantung Rp.750 Rp.75000
4 Lain-lain
Jumlah Rp. 47425 Rp.2247500
Sumber: Laporan Sementara Praktikum Manajemen Usaha Tani

Tabel 2. Penggunaan Tenaga Kerja pada Usaha tani Krisan Sekali Masa panen
Keterangan Tenaga Kerja Dalam
Jumlah Jam/Hari ∑ Hari Kerja Upah(Rp)Pria:20000&Wanita 15000
Pria Wanita
1. Persapan Lahan 1 1 1 1 Rp.40000
2. Penanaman 1 1 Hari ke-7 1 Rp.40000
3. Pemupukan
a. Pemupukan 1 1 1 1 bulan 1x 2 Rp.80000
b. Pemupukan 2 2 1 2 minggu 1x 4 Rp.260000
4. pengendalian
Hama dan Penyakit 1 1 tidak tentu 1 Rp.40000
5 Penyiangan 1 Rp.20000
6. Pemanenan 1 1 5 Rp.100000
Jumlah 14 12 Rp.580000
Sumber: Laporan Sementara Praktikum Manajemen Usaha Tani



Tabel 3.Penggunaan Biaya Lain-lain Pada Usaha Tani Krisan Sekali Masa Tanam
1 Pajak Tanah Rp. 40000 Rp. 40000
2 Panen Rp.100000 Rp.100000
3 Paska Panen Rp. 125000 Rp. 125000
4 Listrik Rp. 50000 Rp. 50000
5 Penyusutan Rumah Rp. 600000 Rp. 600000
Jumlah Rp.915000 Rp.915000
Sumber: Laporan Sementara Praktikum Manajemen Usaha Tani

Tabel 4. Penerimaan pada Usaha Tani Krisan Sekali Masa Tanam
No Produksi Total Harga Tiap Unit Penerimaan Produksixharga
10000 batang Rp.800 Rp.6000000
Sumber: Laporan Sementara Praktikum Manajemen Usaha Tani

Tabel 5.Pendapatan pada Usaha Tani krisan Sekali Masa Tanam
No Penerimaan (Rp) Total Biaya
(Rp) Pendapatan (Rp)
Penerimaan-total biaya
6000000 3642500 2357500
Sumber: Laporan Sementara Praktikum Manajemen Usaha Tani

A.PROFIL PERUSAHAAN

1.Sejarah Perusahaan
Budidaya krisan telah dijalankan oleh masyarakat petani di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, sejak tahun 2005. Bunga krisan sendiri dikenalkan pertama kali oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian DIY bekerjasama dengan BALITHI Cipanas melalui uji inisiasi yang terus berkembang sampai saat ini. Pada bulan juni 2008 para petani bunga krisan sepakat untuk bergabung dan membentuk sebuah Asosiasi Petani Krisan Yogyakarta yang disingkat dengan nama APRISTA, yang berfungsi sebagai wadah untuk diskusi mengenai berbagai permasalahan dalam budidaya bunga krisan. Selain itu juga diharapkan dengan adanya APRISTA, mereka bisa saling menerima dan memberi informasi mengenai teknologi budidaya bunga krisan potong.
Dengan beranggotakan 21 orang, APRISTA secara resmi dikukuhkan pada tanggal 13 Agustus 2008, dan kantor sekretariat APRISTA untuk sementara berada di Dusun Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta. Anggota APRISTA dibina dan didampingi oleh Klantum sebagai kelompoktani pelopor . Sementara itu, bibit maupun pasar tetap dilakukan melalui satu pintu,yaitu melalui asosiasi. Saat ini APRISTA bahkan sudah mulai membudidayakan tanaman pendukung bunga krisan, yaitu dengan mulai menanam tanaman daun potong.
Demikian semangatnya pemuda-pemuda tani di Desa Hargobinangun dalam meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga mereka bertekad untuk bisa memenuhi semua kebutuhan bunga di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan mereka memiliki obsesi untuk menjadi penangkar benih krisan yang berkualitas sejajar dengan perusahaan perbenihan krisan yang sudah ada terlebih dulu serta menjadi Kelompoktani eksportir bunga krisan yang pertama di Indonesia.
Saat ini anggota APRISTA semakin bertambah hingga menjadi 43 orang. Bahkan ada beberapa anggota yang berdomisili di luar Hargobinangun tetapi mereka ikut membudidayakan bunga krisan potong di Dusun Wonokerso. Selain itu anggota Aprista tidak hanya terbatas pada petani bunga krisan saja, tetapi petani lain seperti petani tanaman daun potong dan bunga potong lain juga ada yang bergabung dengan Aprista.
2.Visi Misi Perusahaan
3.Struktur Organisasi
Pada APRISTA (Asosiasi Petani Krisan Yogyakarta) sebuah organisasi yang di ketuai oleh Bambang Setyadi dan di bawahnya atau di bantu oleh seksi-seksi seperti sekretaris Asrofi Suci Luberanto bendahara oleh Umaryati. Dan di bantu oleh seksi-seksi yaitu humas Novita Rosmawati litbang siswiyanto dan dalam permodalan adalah martoyo.

B.TINJAUAN PUSTAKA

1.Krisan
Pertimbangan pemilihan bentuk dan tipe serta ventilasi rumah lindung disesuaikan dengan kondisi lahan, elevasi, topograpi dan faktor-faktor iklim makro lain pada lahan pertanaman, hingga bentuk dan tipe rumah lindung yang dibangun dapat memodifikasi iklim mikro di dalamnya hingga kondusif untuk pertumbuhan optimal bagi tanaman krisan (Walz dan Horn, 1997).
Sarana produksi lain yang dimaksud adalah sarana untuk pemeliharaan tanaman seperti sarana pengendalian hama dan penyakit, sarana pengendali suhu dan kelembaban seperti blower, jaring penegak tanaman maupun sarana pemeliharaan dan pendukung proses produksi lainnya.
(Budiarto, K.,Y. Sulyo. 2006)
Usaha produksi krisan di Indonesia dihadapkan pada beberapa kendala, antara lain ketergantungan pada bibit dari luar negeri seperti Belanda, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang yang harganya mahal. Selain itu, bila tanaman akan diperbanyak perlu membayar royalti 10% dari harga jual tiap tangkainya. Kondisi tersebut menyebabkan harga jual bibit tinggi dan menurunkan keuntungan petani atau pengusaha tanaman krisan.(Rukmana dan Mulyana 1997)
2.Analisis Usaha Tani
Selain dalam negeri, pasar luar negeri mempunyai potensi yang besar. Pada tahun 1993 Indonesia mengekspor bunga potong krisan sebanyak 198,3 ton senilai US$ 243,7 ribu ke negara Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura (Rhukmana dan Mulyana, 1997)
Biaya produksi dibedakan menjadi 2 yaitu : biaya eksplisit adalah biaya yang secara nyata dibayarkan selama proses produksi oleh produsen untuk masukan yang berasal dari luar. Dan biaya implisit yaitu biaya dari faktor-faktor produksi milik petani sendiri yang ikut disertakan dalam proses produksi sebagai contohnya upah tenaga kerja keluarga.Untuk memperhitungkan nilai, biaya dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu: Memperhitungkan keadaan keuangan pada suatu waktu. Memperhitungkan besarnya biaya dan pendapatan usahatani selama satu tahun . Memperhitungkan hubungan antara biaya dan pendapatan usahatani pada akhir tahun (Upton, 2004).
Biaya tetap adalah biaya yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa produksi, termasuk di dalamnya pajak tanah, pajak air, penyusutan alat dan bangunan tanah. Biaya variable adalah biaya yang besar kecilnya sangat tergantung pada besarnya skala produksi atau jumlah produk yang dihasilkan, termasuk di dalamnya biaya pupuk, bibit, obat, biaya panen dan sebagainya (Anonim, 2009).

BUDIDAYA KRISAN

Proses budidaya krisan di mulai dari tahap pengolahan sampai dengan lahan sampai dengan panen.
a.Proses pembibitan
Persyaratan Bibit yang di gunakan adalah Bibit diambil dari induk sehat, berkualitas prima, daya tumbuh tanaman kuat, bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.
Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan, setek pucuk dan kultur jaringan.
1)Bibit asal anakan
2)Bibit asal stek pucuk : Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat, diameter pangkal 3-5 mm, panjang 5 cm, mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang, potong pucuk tersebut, langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C, dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu, kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek.
3)Penyiapan bibit dengan kultur jaringan : Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet, stelisasi mata tunas dengan sublimat 0,04 % (HgCL) selama 10 menit, kemudian bilas dengan air suling steril. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan.
Penyemaian di bak : Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm, kedalaman 25 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm, sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. Penyemaian kultur jaringan : Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian berisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.
Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari, pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif, penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari, terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik, setelah bibir berukuran cukup besar, diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. Pemindahan Bibit : Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7,5-10.
b.Pengolahan media tanam
Pembentukan Bedengan : Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur, keringanginkan selama 15 hari. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 20- 30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antara bedengan 30-40 cm.
Pengapuran : Tanah yang mempunyai pH > 5,5, perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit, kalsit, zeagro. Dosis tergantung pH tanah. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5,02 ton/ha, pH 5,2 = 4,08 ton/ha, pH 5,3 = 3,60 ton/ha, pH 5,4 = 3,12 ton/ha. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan.
c.Teknik Penanaman
Teknik Penanaman Bunga Potong Penentuan Pola Tanam. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur. Pembuatan Lubang Tanam : Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm. Lubang tanam dengan cara ditugal. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari.
Cara Penanaman : Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit, urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm, sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan.
d.Pemeliharaan Tanaman
1.Penjarangan dan Penyulaman : Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru.
2.Penyiangan : Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumput-rumput liar.
3.Pengairan dan Penyiraman : Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari, pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari, tergantung cuaca atau medium tumbuh. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.
e.Pemanenan
Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen, potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah.
f.Pasca Panen Pengumpulan
Kumpulkan bunga hasil panen, lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat dan bebas hama dan penyakit.
Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu:
1)Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar, yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm.
2)Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm.
g.Pengemasan dan Pengangkutan
Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur, rapi dan tidak longgar, dalam bak atau box alat angkut.

C. ANALISIS PENDAPATAN

I. BIAYA
1. Luas lahan garapan : 200 m²
2. Sewa tanah : Rp 120.000-/ tahun atau Rp 40.000,- /musim
3. Biaya usaha tani/musim :
o Benih produksi : 10.000 btg x Rp 175- =Rp 1.750.000-
o Pupuk organik : 300 kg x Rp 500- =Rp 150.000-
o Pupuk urea : 15 kg x Rp 2000- =Rp 30.000-
o Pupuk SP36 : 15 kg x Rp 4000- =Rp 60.000-
o Pupuk Kcl : 5 kg x Rp 7500- =Rp 37.500-
o Pupuk daun : 1 lt =Rp 20.000-
o Insectisida : 10 klgx Rp12.500- =Rp 125.000-
o Fungisida : 10 ktg x Rp 750 =Rp 75.000-
JUMLAH =Rp2.247.500
4. Tenaga kerja :
o Olah lahan : 2 HOK, @ Rp 20.000- =Rp 40.000-
o Tanam : 2 HOK, @ Rp 20.000- =Rp 40.000-
o Perawatan : 20 HOK @Rp 20.000- =Rp 400.000-
JUMLAH =Rp 480.000-
5. Lain-lain :
o Panen : 2 HOK,@ Rp 20.000- =Rp 100.000-
o Packing dan pasca panen: =Rp 125.000-
o Listrik : 1 musim =Rp 50.000-
o Penyusutan rumah : 1 musim =Rp 600.000-
JUMLAH =Rp 875.000-
JUMLAH KESELURUHAN BIAYA =Rp3.642.500-

II. HASIL PRODUKSI
1. Rata-rata keberhasilan : 75 % x 10.000 btg = 7500 btg
2. Harga rata-rata/btg : Rp 800-
3. Hasil kotor : Rp 800- x 7500 btg =Rp 6.000.000-
III. KEUNTUNGAN
Hasil kotor – Total biaya : Rp6.000.000- - Rp3.642.500-= Rp2.357.500-

D.PENUTUP

1.Kesimpulan
Dari data di atas dapat di simpulkan bahwa:
a.Krisan merupakan tanaman hias yang popular dan sangat prospektif untuk di kembangkan di indonesia.keindahan krisan di liat dari keindahan warna dan tipe sangat yang sangat banyak.
b.Dalam budidaya krisan ini petani juga harus memperhatikan bagaimana cara pengolahan lahan sampai dengan panen yaitu pembibitan,pengolahan media tanaman,penanaman, pemeliharaan tanaman ,pemanenan,sampai pasca panen pengumpulan
c.Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standar. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 — 20 kuntum bunga berukuran kecil . Sedangkan jenis standar pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar
d.Pada tahun 1993 Indonesia mampu mengekspor bunga potong krisan sebanyak 198,3 ton senilai US$ 243,7 ribu ke negara Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura (Rhukmana dan Mulyana, 1997).
e.Masa tanam bunga kerisan sampai masa panen adalah semusim (4 Bulan).
2.Saran
Dari praktikum mata kuliah Menejemen Usaha Tani yang telah di lakukan di Asosiasi bunga kerisan APRISTA, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, di sarankan :
a.Dalam membudidayakan bunga krisan petani harus bisa meng analisis kebutuhan pasar, melihat bunga krisan merupakan tanaman hari pendek jadi harus segera sampai pada konsumen.
b.Dalam penetapan harga awal petani harus menetapkan harga awal yang relatif murah, setelah itu persediaan bunga di pasaran mulai di kurangi dan harga di naikan sedikittt demi sedikit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar